Selasa, 19 Mei 2020

POLITIK 'WEDAK TACIK'



Pada suatu kesempatan 'ganda pelitik' di kantin depan kampus, Mikus bertanya pada Lolus.

"Bro, bagaimana menurut kraeng geliat 'politikus' jelang Pilkada di Manggarai?" Tanya Mikus.

"Politisi itu hampir semuanya sama. Mereka berjanji membangun dermaga, meskipun sebenarnya tidak ada pantai di sana. Kecerdasan literasi politik menjadi penting bagi kita sebagai instrumen filtrasi berbagai konstruksi narasi politik seperti ini."  Lolus menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

"Politics is the art of all possibilities, kawan. Segala kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Termasuk janji politis membangun dermaga, meskipun sebenarnya tidak ada pantai di sana", Mikus merespon jawaban Lolus.

"How's that gonna happen, bro? " Lolus pun tak mau kalah. Ia balik merespon sahabatnya dengan bahasa kolonial.

"Program 'wedak tacik'. Jika sudah dibangun, dermaga itu akan diberi nama Machiavelli international port", jawab Mikus singkat, sambil menyalakan kembali rokok sebatang, yang sejak sepekan lalu 'cicil' dihisapnya.


☕ 🇮🇩 ☕


(Ame'd Ibell)

3 Comments: