Dear Mekas Mikus,
Halo lawan debat sekaligus sahabat belajarku. Coo koe situasi natal one beo dite, mekas? Semoga aura cinta kasih natal, begitu murni hadir di antara kalian. Oh ya, sebelum kau berangkat pulang kampung, kau sempat bertanya padaku, ihwal apa pendapatku tentang perayaan natal sedekade ini. Melalui ucapan natal ini, saya juga ingin menjawab pertanyaanmu, kawan.
Mekas, jika ada satu kata bagiku untuk menggambarkan tentang natal pada dekade ini, maka itu adalah adjektiva "materialistis". Jika ada konstruksi frasa yang tepat untuk mendeskripsikan kecenderungan perayaan natal sedekade ini, maka itu adalah "konsumerisme modern".
Dalam kartu ucapan ini, dilampirkan sebuah gambar yang saya yakin, mampu melukiskan dengan sempurna persepsi saya tentang natal dekade ini, seperti yang kau tanyakan. Gambar yang saya lampirkan tersebut adalah lukisan karya pelukis jalanan. Lukisan tersebut merupakan karya satir seniman jalanan Inggris, 'Bansky'. Mekas, lukisan satir berjudul "Christ With Shopping Bags" tersebut, dipajang di Moco Museum, Amsterdam.
'Banksy' adalah seorang seniman grafiti, aktivis politik, sutradara, dan pelukis yang berbasis di Inggris Raya. Seni jalanannya yang satir dan epigram subversif menggabungkan humor gelap dengan grafiti yang dieksekusi dengan teknik stencilling yang khas.
Dalam lukisan itu, 'Banksy' mengkritik konsumerisme dalam masyarakat dan khususnya Natal. Alih-alih menjadi momentum untuk memusatkan perhatian pada nilai-nilai Kristen tentang cinta, kasih, belas kasih, dan pengampunan, Natal telah menjadi waktu kepuasan pribadi melalui konsumsi materialistis.
Dalam karya seni "Christ With Shopping Bags", Kristus disalibkan, dan tampak sakitnya tidak berkurang karena beratnya tas belanjaannya. "Christ with Shopping Bags" adalah sindiran tentang nilai-nilai, persepsi, dan distorsi value hari Natal. Hingga abad ke-20, Natal adalah peringatan kelahiran Yesus Kristus, batu penjuru bagi agama tersebut. Terlepas dari khotbah dan ritual makan malam khusus, Natal adalah hari istirahat dan refleksi dan tidak disibukkan dengan hal-hal materi dalam kehidupan. Di zaman modern, Natal telah menjadi simbol konsumerisme yang merajalela. Hadiah dan pesta pora begitu dihargai, bahkan dengan menonjolkan hutang dan kerakusan.
Mekas, eme perhati tuung lite gambar hitu, semua bagian gambar itu tampak meleleh. Itu adalah semiotika figural yang mengingatkan kita, bahwa barang material dan kesenangan tidak bertahan lama. Am, nggitu keta iw maksudn latang ite le mekas Bansky.Kawanku Mikus, sebelum menutup suratku ini, adakah menurutmu kita berdua termasuk dari kebanyakan umat Yesus yang cenderung mereduksi makna Natal sekedar sebagai momentum pemuasan budaya konsumerisme?
Salam damai natal kawan akal sehatku. Salam kesederhanaan dalam Kristus Yesus. Jangan lupa, ngopi pagi pakai 'mok ringking'.
(Sahabatmu, Lolus)
☕🎄🌲🇮🇩
#IdoRingking
#AmedIbell
#TabeNatal2020






















